KEPALA DINAS PERIKANAN KABUPATEN NIAS UTARA HADIRI UNDANGAN KETUA HIMPUNAN PEMBUDIDAYA IKAN LAUT INDONESIA (HIPILINDO)

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Nias Utara Sabar Jaya Telaumbanua, S.Pi, M. Si bersama dengan kelompok masyarakat pemerhati konservasi yakni Ketua Koalisi Bahari Yanuarman Gulo  beserta Kepala Desa Sawo Serius Telaumbanua mewakili pemerintahan desa memenuhi undangan dari Ketua Himpunan Pembudidaya  Ikan Laut Indonesia (HIPILINDO) Effendy untuk berkunjung ke lokasi budidaya pembesaran lobster di Pulau Murshala Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 15 oktober 2021 ini adalah untuk melihat secara langsung  salah satu Keramba Jaring Apung  yang telah berhasil  menjadikan  Benih Bening Lobster (BBL)  ke ukuran Jangkrik  hingga ukuran Baby Lobster yang siap mamasuki tahapan pembesaran hingga ukuran panen. Budidaya pembesaran lobster di Pulau Murshala Kabupaten Tapanuli Tengah ini merupakan  ujicoba perdana yang berhasil seratus persen di Indonesia. Usaha ujicoba   pembesaran lobster di Pulau Murshala merupakan hasil kerjasama  dan binaan antara pengusaha pembudidaya lobster Jefry Wilson Lie  dengan Kodim 0211 Tapanuli Tengah dan Danlanal  Sibolga.

Menurut  Jefry, Benih Bening Lobster (BBL)  yang diambil untuk  dibudidayakan  dalam usaha pembesaran berasal dari Kepulauan Nias,  karena disana terdapat benihnya yaitu jenis mutiara dan pasir yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Menurutnya, model usaha ini dapat dikembangkan di Nias Utara karena memiliki potensi lahan perairan yang sesuai dan ketersediaan sumber benih  cukup tersedia di alam.

Jefry menambahkan bahwa di Nias Utara ada dua lokasi yang potensial yang secara geografis memenuhi parameter di atas yaitu di perairan Afulu dan Perairan Lahewa.

“Dalam waktu dekat kita akan turun ke Nias Utara mencoba bekerjasama dengan nelayan lokal untuk mencari sumber benih bening lobster yang ditangkap di alam, bila tersedia maka ke depan kita akan mendorong pelaku usaha perikanan lokal untuk membuka usaha Keramba Jaring Apung (KJA) dan siap kita melakukan pendampingan dan dan menerapkan teknologi cara budidaya lobster yang baik” jelasnya.

Menurutnya, dengan ini dapat membuka lahan pekerjaan bagi nelayan dalam meningkatkan kesejahteraan dan pendapatannya dan bisa menjadi salah satu ikon ekonomi Kabupaten Nias Utara.

Pada kesempatan yang sama Kadis Perikanan Kabupaten Nias Utara Sabar Jaya Telaumbanua, S.Pi, M.Si menjelaskan bahwa peluang usaha budidaya lobster di Kabupaten Nias Utara cukup besar. Hal ini disebabkan telah terbitnya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2021 tentang pengelolaan Lobster (Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) di wilayah Negara Republik Indonesia. Dalam Pearturan ini dijelaskan bahwa Benih Bening Lobster (BBL) dilarang di ekspor ke luar wilayah  Negara Republik Indonesia  tetapi diberi peluang untuk usaha pembesaran dalam daerah wilayah satu provinsi dan diperkenankan  bisa lintas antar daerah dalam wilayah Negara Republik Indonesia bila sudah mencapai usaha pembesaran budidaya mulai  dari ukuran  5 gram ke atas.

“Dengan Permen ini akan membuka peluang usaha budidaya lobster di Kabupaten Nias Utara yang cukup menjanjikan” ucapnya.

Lebih lanjut Sabar Jaya mengatakan bahwa bila di Nias Utara terdapat pelaku usaha perikanan yang berkeinginan untuk membuka usaha ini maka sesuai dengan ketentuan dalam turunan Permen KP 17/2021 ini yaitu Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya No. 220 Tahun 20221 tentang Pedoman Umum Pembudidayaan Lobster (Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) diwajibkan mengajukan permohonan perizinan berusaha  kepada lembaga OSS yang di atur dalam ketentuan perundang-undangan.

“Selanjutnya penangkapan Benih Bening Lobster (BBL) hanya dapat ditangkap oleh nelayan kecil yang terdaftar dalam kelompok nelayan di lokasi penangkapan Benih Bening Lobster (Puerulus) dan telah ditetapkan oleh Dinas Provinsi. Nelayan kecil yang terdaftar dalam kelompok nelayan di lokasi penangkapan Benih Bening Lobster (Puerulus) sebagaimana dimaksud selanjutnya harus mengajukan pendaftaran  kepada lembaga Online Single Submission (OSS) baik secara langsung atau dapat difasilitasi oleh dinas yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan” tutup Kadis Perikanan Kabupaten Nias Utara tersebut.